BERATNYA MENJADI PEMIMPIN
Renungan ini adalah untuk kita semua. Karena pada
hakikatnya kita semua adalah pemimpin, baik bagi diri kita pribadi, maupun
untuk keluarga dan orang-orang lain di sekitar kita. Sebagaimana sabda
Rasulullah SAW:
“Tiap-tiap diri kalian adalah pemimpin, dan
setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban kepemimpinan kalian". (HR.
Bukhari)
Menjadi pemimpin memang bukan pekerjaan mudah.
Salah langkah atau salah memutuskan dapat menjadi penghalang dalam memasuki
surga-Nya. Karena jika satu saja dari orang-orang yang dipimpin tidak ridha
atas diri sang pemimpin ataupun keputusan-keputusan yang dibuat, maka dapat
menahan langkah sang pemimpin kelak di yaumul akhir, karena Allah akan menunda
rahmat-Nya ketika ada satu mahluknya yang tidak ridha. Karena itulah, setiap
keputusan yang dibuat oleh seorang pemimpin haruslah dipikirkan secara matang
dan terencana. Bukan sekedar mengikuti arus, atau mengikuti situasi dan kondisi
yang ada. Karena itulah amanah menjadi seorang pemimpin adalah berat adanya,
sehingga Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab dan para sahabat Rasulullah
lainnya ketika terpilih menjadi khalifah sempat menangis karena membayangkan
betapa beratnya pertanggungjawaban mereka kelak di akhirat. Karena satu saja
dari rakyat mereka tidak ridha atas kepemimpinan mereka, maka surga yang
dijanjikan Allah akan tidak pernah diraih.
Memang benar, seorang pemimpin pada hakekatnya
tetaplah seorang manusia yang tidak luput dari khilaf dan dosa. Apalagi seorang
manusia tidak akan pernah luput dari cobaan dan ujian dari Allah selama
hidupnya. Sebagaimana firman Allah:
“Wahai Hambaku! Sesungguhnya kamu pasti melakukan
kesalahan siang dan malam…….
(Hadis Qudsi diriwayatkan oleh Muslim dari Abu
Dzar dari Nabi SAW, dari Allah ‘Azza wa Jalla)
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ
وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ
الْغَفُورُ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ
أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
"Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di
antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha
Pengampun." (QS. Al-Mulk: 2)
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ
يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: "Kami
telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabut: 2)
Sehingga sangat mungkin dalam
perjalanannya sebagai seorang pemimpin, seseorang melakukan kesalahan dan
kekhilafan karena pengaruh dari masalah-masalah yang dihadapinya. Maka tidak
heran jika setiap malam Khalifah Umar bin Abdul Aziz menangis meminta ampun
kepada Allah atas setiap kelalaian dirinya dalam mengurus umat
Oleh sebab itu, kita telah
memutuskan dan memberikan mandat, maka semua resiko kita harus tanggung
bersama, Koreksi bersama perbaiki bersama agar kita dapat terhindar dari
kerugian yang besar. Dan mari kita berdo'a mudah2an yg diberi amanah tetap
sehat, memimpin dg amanah dn dapat bertanggungjawab Aamin...3x




0 komentar:
Posting Komentar
Komentar di moderasi, kami akan membalasnya segera.